Sunday, 12 February 2017

Blue Abyss, Kolam Terbesar Dan Terdalam Di Dunia


Blue Abyss dirancang untuk meniru kondisi arus pasang surut gelombang di Southern North Sea di lingkungan yang aman dan terkendali, menawarkan banyak peluang untuk melakukan simulasi, pelatihan sambungan kabel, pelatihan dan pengujian perangkat bawah air untuk pemasangan instalasi ladang angin lepas pantai, ruang lingkup kerja untuk gas dan minyak, solusi dekomisionong, penyelaman laut dalam, dan pelatihan drone.



Fasilitas ini akan didirikan di atas lahan seluas 6 ekar (24.281,1m2) di Knowledge Gateway Innovation Park, Universitas Essex.

Di dalamnya akan dibangun kolam pelatihan terbesar dunia dengan kedalaman 50 meter, 40 meter kubik volume air serta ruang hiperbarik dan hipobarik yang mampu menyimulasikan kondisi lepas pantai yang menantang.

Di kolam ini akan tersedia derek tepi kolam dan atap terbuka yang memungkinkan 100 ton peralatan diangkat dan ditenggelamkan ke dalam kolam.


Kuehnegger Human Performance Centre untuk sektor pengetahuan kehidupan manusia akan disertakan di fasilitas ini. Kolam raksasa tersebut akan dilengkapi sistem simulasi gaya berat mikro untuk meniru efek kenirbobotan dan gravitasi rendah pada kondisi yang ditemukan di Bulan dan Marsf.

Blue Abyss juga menawarkan ruang rapat terbuka, ruang pelatihan dan hotel berkapasitas 120 kamar.

Desain fasilitas ini menyerupai belangkas (horseshoe crab) dan komet yang melesat. Bangunan ini diharapkan bisa selesai dan dibuka untuk umum pada akhir tahun 2018.

Blue Abyss:
Blue Abyss:
Blue Abyss:
Blue Abyss:

Friday, 10 February 2017

Luxury Survival Condo, Bunker Untuk Menghindari Bencana Alam

Bencana alam dan peperangan mungkin tak lagi menjadi masalah, karena kini untuk mereka yang ingin selamat bisa memesan tempat berlindung atau bunker yang aman, nyaman sekaligus mewah di Kansas, Amerika Serikat.

Diberi nama The Luxury Survival Condo Resort, bunker itu disebut bisa bertahan dari bencana alam dan peperangan yang selalu terjadi tanpa permisi.


Proyek ini dikembangkan oleh seorang insinyur bernama Larry Hall, yang memiliki keinginan membangun tempat berlindung jika terjadi situasi yang genting di dunia, bahkan perang nuklir.

“Di tengah bencana alam, keruntuhan ekonomi, atau hal buruk yang akan terjadi, bunker ini bisa diandalkan,” tulis keterangan resmi dari Survival Condo, seperti yang dilansir dari News.Com.Au.

“Bunker ini akan melindungi pemilik dan kerabatnya di saat pemerintah tak lagi bisa melindungi penduduknya,” lanjut keterangan resmi tersebut.



Dari luar, bunker itu memang mirip gudang. Namun, di dalamnya terdapat kolam renang, ruangan spa, bioskop, bar, gym, area menembak bahkan area panjat tebing. Selain itu, bunker ini juga dilengkapi oleh klinik kesehatan dan taman. Jika fasilitas rekreasi dan kesehatan belum menjamin rasa aman, bunker ini juga dilengkapi oleh persenjataan militer yang lengkap untuk melindungi pemiliknya.

Tentu saja kemewahan itu diganjar dengan harga yang tidak murah. Bunker ini dipasarkan mulai dari US$2 juta untuk ukuran setengah lantai dan US$4 juta untuk ukuran seluruh lantai. Bunker ini berada di kawasan yang dirahasiakan demi alasan keamanan.

Bagi yang sudah menjadi pemilik sah, Survival Condo akan melakukan segala cara untuk mengantar mereka menuju bunker-nya jika sewaktu-waktu terjadi bencana.

“Harga bunker ini sama dengan apartemen di New York. Tapi rasa aman yang diberikan sangat berbeda,” kata salah satu pemiliknya.


Luxury Survival Condo:

Perpustakaan di Luxury Survival Condo
Luxury Survival Condo:

Ruangan santai di Luxury Survival Condo
Luxury Survival Condo:

Dapur di Luxury Survival Condo
Luxury Survival Condo:

Ruang makan di Luxury Survival Condo
Luxury Survival Condo:

Tempat membekukan makanan di Luxury Survival Condo
Luxury Survival Condo:

Tempat binatang peliharaan di Luxury Survival Condo
Luxury Survival Condo:

Kolam renang di Luxury Survival Condo
Luxury Survival Condo:

Tempat olahraga di Luxury Survival Condo
Luxury Survival Condo:

Gym di Luxury Survival Condo
Luxury Survival Condo:

Tempat latihan nembak di Luxury Survival Condo
Luxury Survival Condo:

Bioskop di Luxury Survival Condo
Luxury Survival Condo:

Kamar tidur di Luxury Survival Condo
Luxury Survival Condo:

Ada sistem waduk untuk pasokan air dan jaringan listrik lokal serta turbin angin dan mesin diesel

Thursday, 9 February 2017

Melihat The Nanjing Towers, Hutan Vertikal Pertama Di Asia


Sebuah "hutan vertikal" segera dibangun untuk menyerap karbon dioksida kawasan Nanjing, sebuah kota yang paling parah terdampak polusi udara di Cina. Stefano Boeri, seorang arsitek asal Italia mengumumkan renacana membangun sebuah kompleks berisi dua menara yang akan menampung 1.000 buah pohon dan 2.500 tanaman merambat serta semak belukar yang dibiarkan tumbuh dari puncak gedung hingga balkon menara-menara tersebut. Menara yang dibangun di ibu kota provinsi dihuni delapan juta orang itu, rencananya memiliki ketinggian 200 dan 108 meter. Layaknya bangunan tinggi lain, menara Nanjing ini akan memiliki lantai-lantai perkantoran, sebuah museum, sekolah arsitektur hijau, klub di rooftop dan hotel mewah bintang lima.

Ini adalah proyek menara hijau ketiga Boeri. Sebelumnya, sang arsitek merancang Bosco Verticale di Milan yang menuai banyak sanjungan dan hutan vertical kedua yang rencananya akan dibangun di Lausanne, Swiss.


Keberadaan Hutan vertikal sepertinya sangat diperlukan di Nanjing. Kondisi udara daerah perindustrian di kawasan timur Cina itu adalah salah satu yang terparah di dunia. Dalam ranking kondisi udara di Cina, Nanjing menduduki posisi ke-27 dari 28 kota di Cina. Menurut website Boeri, proyek yang tengah ditanganinya diharapkan mampu menyerap 25 ton CO2, serta menghasilkan 60 kilogram oksigen tiap harinya.






Tuesday, 7 February 2017

Snoo Smart Sleeper, Tempat Tidur Canggih Untuk Menenangkan Tidur Bayi



Snoo Smart Sleeper, sebuah boks pintar yang merupakan kombinasi antara Yves Behar, seorang desainer dari Jawbone, dan alat yang dapat melacak pergerakan dan tidur dengan Dr. Harvey Karp seorang dokter anak dan penulis dari The Happiest Baby on the Block.

Snoo Smart Sleeper, sebuah ranjang bayi (bassinet) pintar yang diklaim sanggup menidurkan bayi yang rewel dengan sendirinya. Rahasianya terletak pada tiga mikrofon yang tertanam pada Snoo yang berfungsi untuk mendeteksi tangisan bayi, dan membedakannya dari suara lain. Mikrofon tersebut, dipadukan dengan sejumlah sensor, speaker dan sebuah mesin robotik khusus di bagian bawah Snoo akan bekerja secara bersamaan guna menenangkan sang bayi.



Letak keunikan Snoo adalah bagaimana ia bisa menyesuaikan intensitas goyangan dan white noise berdasarkan seberapa rewel sang bayi. Gerakan mengayunnya juga sengaja dibuat menyerupai ritme selama bayi masih dalam rahim. Faktor keselamatan juga diperhatikan, dimana Snoo dilengkapi dengan semacam bedung khusus sekaligus strap pengikat agar posisi bayi tetap stabil di atas ranjang.


Snoo dapat dikendalikan dari jauh via aplikasi smartphone. Namun perlu dicatat, kalau bayi masih terus menangis lebih dari tiga menit, Snoo akan berhenti. Ini merupakan pertanda bahwa sang bayi kemungkinan butuh lebih dari sekadar ayunan, sehingga orang tua bisa langsung turun tangan.

Secara fisik, Snoo tampak minimalis sekaligus anggun. Pada kenyataannya, Snoo dirancang oleh sang maestro desain Yves Behar. Proses pengembangannya memakan waktu lebih dari lima tahun, dan aspek teknisnya juga didasari input dari Dr. Harvey Karp yang memang dikenal ahli soal teknik menenangkan dan menidurkan bayi.

Untuk pre-order Snoo Smart Sleeper telah dibuka, dan Anda sudah bisa memesannya seharga $1.160 – jauh lebih mahal dari mayoritas ranjang bayi kelas premium yang ada di pasaran.

Snoo Smart Sleeper:
Snoo Smart Sleeper:
Snoo Smart Sleeper:
Snoo Smart Sleeper:
Snoo Smart Sleeper:
Snoo Smart Sleeper:

Sunday, 5 February 2017

Berkunjung Ke Markas Besar KLM, Maskapai Penerbangan Tertua Di Dunia

KLM (lengkapnya: Koninklijke Luchtvaart Maatschappij, secara harafiah berarti Perusahaan Dirgantara Kerajaan) adalah maskapai penerbangan nasional Belanda. KLM berkantor pusat di Amstelveen, dengan operasinya berpusat di Bandara Amsterdam Schiphol. Pada bulan Mei 2004, KLM bergabung dengan Air France, untuk membentuk Air France-KLM. Namun, kedua maskapai penerbangan ini akan tetap terbang dengan merek mereka masing-masing. KLM juga merupakan anggota dari aliansi maskapai SkyTeam. KLM didirikan pada tahun 1919, sehingga KLM adalah maskapai penerbangan tertua di dunia yang masih beroperasi hingga saat ini dengan nama yang sama.

KLM mengoperasikan penerbangan penumpang dan kargo terjadwal ke hampir 130 destinasi. KLM telah lama mendapat reputasi sebagai salah satu maskapai penerbangan teraman di dunia. Program penumpang setia KLM diberi nama Flying Blue. KLM telah menjalin kerja sama dengan berbagai maskapai, baik dengan anggota SkyTeam yang lain ataupun bukan.



KLM:

Terlihat di ketinggian Kantor Pusat/Markas Besar KLM
KLM:

Terlihat di ketinggian Kantor Pusat/Markas Besar KLM
KLM:

Gerbang masuk ke Kantor Pusat/Markas Besar KLM
 Markas Besar KLM
Markas besar/Kantor pusat KLM terletak di Amstelveen, seluas 16-acre (6,5 ha) dan berada dekat dengan Schiphol Airport. Markas maskapai ini dibangun antara tahun 1968 sampai 1970. Dulunya markas besar maskapai ini adalah salah satu properti dari Schiphol Airport di Amsterdam.

Markas Besar KLM:

Lobby atau ruang tunggu Markas Besar KLM
Markas Besar KLM:
Markas Besar KLM:

Lounge atau ruang santai Markas Besar KLM
Markas Besar KLM:

Sejak 2010, KLM telah memperluas kehadirannya di media sosial seperti di Instagram dan WeChat. Mereka pada dasarnya ingin memudahkan para pelanggannya. KLM bahkan mengembangkan solusi pembayaran melalui media sosial yang memungkinkan pelanggan untuk membeli atau mengubah tiket dan dengan aman diarahkan langsung ke halaman checkout
Markas Besar KLM:

Setiap tahun, € 25 juta dolar penjualan didorong melalui saluran media sosial mereka sendiri, bukti fakta bahwa kehadiran media sosial sangat membantu.
Markas Besar KLM:

KLM Operations Control Centre
Markas Besar KLM:

KLM Operations Control Centre
Markas Besar KLM:

Ruang rapat di lantai atas Markas Besar KLM, disini bisa melihat pemandangan indah karena letaknya berseberangan dengan Schiphol Airport
Markas Besar KLM:

Ruangan berunding para pekerja
Markas Besar KLM:

The bustling office dimana badan meteorologi memonitori atau memantau untuk penundaan penerbangan yang di informasikan dari NASA. Departemen operasi mengawasi jalannya maskapai penerbangan secara keseluruhan.
Markas Besar KLM:
Markas Besar KLM:
Markas Besar KLM:

Restauran yang ada di Markas Besar KLM
Markas Besar KLM:
Markas Besar KLM:
Markas Besar KLM: