Friday, 10 February 2017

Nabana No Sato, Festival Jutaan Cahaya Terluas Di Jepang



Ada kehangatan di tengah musim dingin di Jepang. Walau musim liburan telah berlalu, namun kota-kota di Negeri Sakura itu memancarkan sinar dari Festival Cahaya yang digelar setiap tahunnya. 

Salah satu festival yang digelar terbesar di sana ialah Nabana No Sato, yang berlokasi di Nagashima Resort, Kota Kuwana, Prefektur Mie. Di sana, sebanyak 8 juta lampu LED ditata sedemikian rupa sehingga menghasilkan keindahan cahaya yang mengesankan.

Keindahan jutaan lampu dalam Nabana No Sato membuat festival ini mendapat julukan 'Winter Illumination'.


Festival ini disiapkan selama empat bulan oleh ribuan pekerja. Mereka membangun tiang pancang sampai model bentuk lampu yang akan dipamerkan. Tahun ini, festival itu mengusung tema “Keindahan Alam Raya”.

Nabana No Sato digelar dalam area seluas 26.400 meter persegi, merupakan area Festival Cahaya terluas yang ada di Jepang. Jutaan orang mendatangi festival ini untuk menikmati pajangan jutaan lampu yang berkelap-kelip cantik. “Kami mewujudkan pemandangan dari lima negara dalam festival pada tahun ini,” kata Otani.



Monument Valley di Amerika Serikat, Antartika, Plitvice Lakes National Park di Kroasia, dan pemadangan persawahan Jepang merupakan pemandangan yang bisa dinikmati dalam kilauan cahaya yang sudah disusun sedemikian rupa. Nabana No Sato berlangsung sampai 7 Mei mendatang. 

Pemandangan yang paling romantis ialah terowongan sepanjang 100 meter yang dihiasi lampu berwarna-warni sekaligus efek visual seperti dedaunan yang jatuh. “Dalam terowongan ini, pengunjung seakan menikmati musim gugur atau yang disebut momiji di Jepang,” ujar Otani.

Otani menargetkan sebanyak 2 juta pengunjung akan datang pada tahun ini. Meski sebagian besar berasal dari Jepang, namun jumlah wisatawan mancanegara yang datang juga semakin meningkat setiap tahunnya.


Nabana No Sato:
Nabana No Sato:
Nabana No Sato:
Nabana No Sato:
Nabana No Sato:

Melihat Pembangunan Star Wars Land


Sejak kabar pembangunannya diumumkan pada tahun lalu, sampai saat ini isu mengenai wahana taman bermain Star Wars Land masih menjadi topik perbincangan yang hangat. Wahana taman bermain buatan Disney itu sudah dijadwalkan akan beroperasi pada 2019 mendatang.

Rancangan Tampilan Area Star Wars Land 
Star Wars Land akan beroperasi di Walt Disney World California dan Disneyland Florida. Di masing-masing lokasi, wahana taman bermain itu akan dibangun di atas lahan 1.400 meter persegi.

Luasnya lahan tersebut membuat Star Wars Land disebut sebagai wahana taman bermain terluas yang pernah dimiliki oleh Disney.

Rancangan Tampilan Area Star Wars Land Sebelum

Rancangan Tampilan Area Star Wars Land Sesudah


Tak hanya bisa berfoto dengan karakter Star Wars, di sana pengunjung akan diajak menikmati simulasi perang antarbintang sampai mengendarai Millenium Falcon. Ditambah lagi dengan segala macam kafe, restoran dan butik yang bertema Star Wars.


Rancangan Star Wars Land


Konstruksi Star Wars Land:
Konstruksi Star Wars Land:
Konstruksi Star Wars Land:
Konstruksi Star Wars Land:
Konstruksi Star Wars Land:
Konstruksi Star Wars Land:

Kabar pembangunan Star Wars Land pertama kali diumumkan oleh aktor yang berperan sebagai Han Solo, Harrisson Ford, dalam acara 'The Wonderful World of Disney: Disneyland 60'. 

Saar diwawancara, Ford memang tak menyebut rincian rancangannya. Namun ia mengatakan kalau wahana taman bermain itu akan “membawa pengunjung ke dalam dunia Star Wars yang sebenarnya”.


Star Wars Land:
Star Wars Land:
Star Wars Land:
Star Wars Land:
Star Wars Land:
Star Wars Land:

Wednesday, 8 February 2017

Mengenal Eurasian Steppe, Padang Rumput Beriklim Terluas Di Dunia



Padang rumput beriklim terluas di dunia adalah padang rumput Eurasia, membentang luas dari Hungaria sampai ke China. Luasnya mencapai hampir seperlima jalan sekitar Bumi. Padang Eurasia begitu terkenal, dan kadang-kadang padang rumput ini disebut sebagai The Steppe.


Secara Sejarah padang Eurasia adalah salah satu rute yang paling penting untuk perjalanan dan perdagangan. Hamparan datar menyediakan rute yang ideal antara Asia dan Eropa.


Kafilah dari kuda, keledai, dan unta telah melakukan perjalanan padang Eurasia selama ribuan tahun. Rute perdagangan paling terkenal di padang rumput Eurasia adalah Silk Road, yang menghubungkan China, India, dan Eropa. The Silk Road didirikan sekitar 200 SM, dan banyak rute perdagangan yang masih digunakan sampai sekarang.

Selama abad ke-13, pemimpin Mongolia Genghis Khan menaklukkan hampir seluruh padang rumput Eurasia. Dengan penunggang kuda ahli, Khan menaklukkan wilayah dari tempatnya sekarang Mongolia, sampai ke Cina, Asia Tengah, dan tanah di sekitar Laut Kaspia.


Budaya berkuda yang begitu penting untuk Genghis Khan masih penting bagi sebagian besar penghuni asli padang rumput Eurasia. Dari tradisi Mongolia di timur dengan tradisi Cossack Rusia barat, budaya ini masih mengandalkan kuda untuk perjalanan, perdagangan, dan penaklukan di padang rumput yang luas.

Eurasian Steppe:
Eurasian Steppe:
Eurasian Steppe:
Eurasian Steppe:
Eurasian Steppe:
Eurasian Steppe:
Eurasian Steppe:
Eurasian Steppe:

Monday, 6 February 2017

Mengunjungi Al-Qarawiyyin Library, Perpustakaan Tertua di Dunia




Perpustakaan yang masuk dalam kompleks University of Al-Qarawiyyin disebut-sebut sebagai yang tertua di dunia. Situs Smithsonian menyatakan, bangunan yang didirikan pada 859 Masehi itu merupakan perpustakaan tertua yang masih dibuka hingga sekarang. Perpustakaan ini berlokasi di Fez, Maroko.



Perpustakaan itu dibangun oleh seorang wanita, Fatima Al-Fihri yang merupakan anak dari saudagar kaya Tunisia yang tinggal di Fez. Al-Qarawiyyin Library, begitu nama perpustakaannya, beberapa waktu lalu sempat ditutup untuk renovasi.



Namun kini, perpustakaan yang menempati bangunan eksotis tersebut kembali dibuka untuk wisatawan. Al-Qarawiyyin Library memiliki koleksi buku kuno yang tak ditemui di tempat lain. Perpustakaan ini juga menyimpan Alquran yang berasal dari abad ke-9.

Perpustakaan ini juga menyimpan naskah dan tulisan tertua milik Nabi Muhammad SAW, dan menjadi kiblat bagi para pakar sejarah dari berbagai belahan dunia.


Al-Qarawiyyin Library:
Al-Qarawiyyin Library:
Al-Qarawiyyin Library:
Inside Al-Qarawiyyin Library


Arsitek yang melakukan proyek restorasi perpustakaan ini adalah Aziza Chaouni, seorang wanita asli Fez. Dia mengatakan, proyek ini dibuat bukan hanya untuk memerbaiki lantai atau bangunan yang rusak. Namun menjadikan perpustakaan tersebut lebih nyaman untuk didatangi. Tak hanya untuk turis, tapi juga warga lokal Maroko.



Perpustakaan tersebut kini punya ruangan khusus untuk pemeliharaan naskah-naskah kuno. Manuskrip dan naskah-naskah kuno tersebut kini dijaga lebih banyak petugas keamanan, yang memang berjaga karena kecintaan mereka terhadap sejarah.




Inside Al-Qarawiyyin Library:

Al-Qarawiyyin universitas, perpustakaan, dan masjid yang didirikan oleh Fatima El-Fihriya di tahun 859 Masehi
Inside Al-Qarawiyyin Library:

Perpustkaan masih menyimpan ijazah asli El-Fihriya saat ia mengikuti Universitas, Ijazah terbuat dari papan kayu
Inside Al-Qarawiyyin Library:

Interiornya dibuat dengan kombinasi yang menakjubkan dari mosaik yang rumit dan lengkungan bulat putih.
Inside Al-Qarawiyyin Library:

Ini dia buku-buku yang terdapat di Perpustakaan Al-Qarawiyyin
Inside Al-Qarawiyyin Library:

Ruangan tempat membaca. Perpustakaan Al-Qarawiyyin adalah tempat bagi naskah-naskah yg terdapat sekitar 4.000 naskah, laporan NPR serta ada Al Quran abad ke-9 yang ditulis dalam Kufic kaligrafi dan cerita dari kehidupan Nabi Muhammad.
Inside Al-Qarawiyyin Library:

Abdelfattah Bougchouf adalah kepala perpustakaan. Dia bertanggung jawab untuk memastikan buku dirawat dan ditangani dengan baik.
Inside Al-Qarawiyyin Library:

Salah satu buku asli "Muqaddimah," teks abad ke-14 yang terkenal dari sejarawan Afrika Utara Ibn Khaldun.
Inside Al-Qarawiyyin Library:

Naskah aslisistem hukum kuno Islam, yang ditulis dalam kaligrafi.
Inside Al-Qarawiyyin Library:

Koleksi yang paling berharga dari perpustakaan ini adalah Quran asli dari abad ke-9, masih mengikat secara asli. Koleksi ini adalah koleksi tertua di perpustakaan
Inside Al-Qarawiyyin Library:

Terlihat pengunjung dari seluruh dunia telah berbondong-bondong ke perpustakaan ini ingin melihat sejarah
Inside Al-Qarawiyyin Library:

Nyuci kaki dulu pake air mancur
Inside Al-Qarawiyyin Library:

Salah satu pengunjung sedang membaca
Inside Al-Qarawiyyin Library:

Interiornya masih indah walaupun perpustakaannya sudah tua