Monday, 13 February 2017

Melihat The Posbank, Bukit Indah Berwarna Ungu


The Posbank adalah bukit yang terletak di kota Rheden provinsi Gelderland, Belanda. Bukit ini termasuk bagian dari Veluwezoom National Park. Taman Nasional Veluwezoom berluas sekitar 5000 hektare. Daerah ini dimiliki dan dioperasikan oleh Natuurmomumenten. Veluwezoom adalah Taman Nasional tertua di Belanda.


Bukit The Posbank, di penuhi tanaman heather, dimana pada saat mekar di bulan Agustus, kawasan bukit ini menjadi warna ungu. Tanaman ini mekarnya sangat singkat, biasanya sekitar 3 minggu. Ketika tanaman berubah berwana ungu, bukit ini terlihat sangat indah. Apalagi kalau melihat bukit ini di pagi hari, kombinasi kabut pagi dengan bukit berwarna ungu seperti kita sedang berada dalam mimpi.


Untuk mencapai bukit ini anda harus mendaki. Bukit yang tingginya 90 meter ini menawarkan pemandangan yang tak tertandingi. Dalam cuaca cerah, Anda dapat melihat  bukit sejauh 20 kilometer.

The Posbank:
The Posbank:
The Posbank:
The Posbank:
The Posbank:
The Posbank:
The Posbank:

Friday, 10 February 2017

Melihat Playa del Amor, Pantai Tersembunyi Paling Indah Di Meksiko


Bagi Anda pecinta pantai, ada satu jenis pantai yang mesti dikunjungi. Di sebuah pulau di Meksiko, ada sebuah pantai indah tersembunyi yang dijuluki 'the Hidden Beach', atau bernama lokal Playa del Amor.

Sesuai namanya, pantai ini tersembunyi di sebuah gua yang terbentuk akibat permukaan tanah yang amblas. Pantai ini hanya dapat dicapai dengan berenang melalui terowongan sempit.


Namun begitu tiba di ruang di bawah lubang beratap langit, para pengunjung dapat melakukan banyak hal. Pantai tersembunyi ini berdinding karang namun memiliki dasar pasir landai. Pantai ini memiliki riak laut yang tersambung dengan lautan luas di luar pulau.


Pantai tersembunyi itu terletak di sebuah pulau bernama Islas Marietas, lepas pantai Puerto Vallarta di Meksiko Barat. Pulau ini berjarak satu jam perjalanan dengan perahu.

Untuk menjangkau pantai pulau ini, pengunjung harus menggunakan kapal kecil atau berenang di antara perairan Pasifik. Namun ketika sudah sampai di pasir, ada banyak hal menyenangkan yang bisa dilakukan. 

Pulau berkarang ini dikelilingi oleh koral yang sempurna bagi mereka pecinta snorkeling. Di sekeliling pulau terdapat banyak flora dan fauna unik yang menguatkan kesan pulau perawan.


Namun, pantai ini tak hanya menawarkan pesona alam yang unik. Keunikan sejarah terbentuknya pantai ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggemar sejarah dan misteri.


Konon gua dan formasi batuan di pantai ini terbentuk akibat pemboman yang terjadi sebelum Perang Dunia I. Kala itu, pemerintah Meksiko menggunakan pulau Marieta sebagai target latihan.

Kesadaran akan potensi keindahan Islas Marieta pun muncul memasuki tahun 1960. Jacques Cousteau, seorang ahli oceanografi asal Perancis, memimpin kampanye untuk melindungi Marieta dari perusakan manusia. 

Kampanye itu berbuah pada kemunculan penelitian mendalam akan alam Marieta. Akhirnya pulau ini pun ditetapkan sebagai taman nasional pada 2005. Sejak saat itu Marieta, dan The Hidden Beach di dalamnya, semakin populer dikalangan para pelancong dan wisatawan dunia.


Playa del Amor:
Playa del Amor:
Playa del Amor:
Playa del Amor:

Wednesday, 8 February 2017

Melihat Keindahan Dinding Bebatuan Di Kepulauan Aran



Irlandia tak selalu memiliki pemandangan yang hijau di hamparan luas. Ternyata di balik keindahan alamnya tersembunyi lapisan tebal keras, yaitu batu kapur biru. Kapur biru yang terkenal ini terletak di bawah lebih dari setengah pulau besarnya.

Bagi pengunjung yang menuju pedesaan Irlandia dari timur ke barat, pastinya tempat itu akan membangkitkan rasa ingin tahu di antara banyak pengunjung saat pertama kali datang.

Saat menempuh jarak ratusan mil dinding batu yang berliku-liku yang ada di lahan pertanian ini akan terlihat dari segala arah. Bagi penduduk setempat tidak ada keanehan pada batunya, namun banyak pengunjung bertanya mengenai batu tersebut.

Sebagian besar negara Irlandia adalah pulau berbatu yang terdiri atas kapur karbon yang terbentuk sekitar 370 juta tahun yang lalu. Pada saat itu, bagian Irlandia adalah laut dangkal dan di antara dua massa tanah di dekat khatulistiwa.

Pergeseran benua ini mengangkat bagian dari dasar laut ke atas permukaan laut, yang kemudian jadilah Irlandia, dan lebih dari jutaan tahun, lumpur ini berkembang menjadi batuan kapur halus tepat di bawah permukaannya. 

Batuan ini diambil dari tanah dan digunakan menjadi bahan bangunan untuk penduduk Irlandia. Batu-batu yang berserakan perlu dibersihkan untuk lahan bertani, karena sangat tidak mudah untuk menyingkirkan batu-batu ini digunakan petani sebagai bahan untuk membangun dinding rendah sekaligus menandai properti masing-masing penduduk.


Jangan lewatkan sisi perjalanan Anda untuk berkunjung ke Kepulauan Aran, sebab tempat ini salah satu tempat paling indah di mana Anda dapat melihat jaringan dinding batu yang luas. Kepulauan Aran dikelilingi dari tiga pulau yang terletak di lepas pantai barat Galway Bay, Irlandia. Pulau tersebut yaitu Inishmore pulau terbesar juga dikenal sebagai Aranmore, dan pulau terbesar kedua adalah Inishmaan dan yang terkecil adalah Inisheer.  



Ketiga pulau yang berada di mulut Galway Bay tersebut telah lama menjadi tujuan para penikmat piknik, karena dikenal memiliki pemandangan yang menakjubkan.



Dinding Bebatuan:
Dinding Bebatuan:
Dinding Bebatuan:
Dinding Bebatuan:
Dinding Bebatuan:
Dinding Bebatuan:
Dinding Bebatuan:
Dinding Bebatuan:
Dinding Bebatuan:
Dinding Bebatuan:

Melihat Keindahan Danau Nong Han Kumphawapi, Danau Yang Dipenuhi Bunga Teratai


Setiap bulan November hingga Maret, danau Nong Han Kumphawapi di utara Thailand, berubah menjadi pemandangan memikat. Bagaimana tidak, danau seluas 8000 ekar itu berubah menjadi ‘padang’ teratai. Jutaan kuntum teratai memenuhi permukaan danau dan membuat Nong Han Kumphawapi sebagai salah satu lokasi paling indah di Negeri Gajah Putih.



Danau Nong Han Kumphawapi mulai terkenal sejak tiga tahun lalu di kalangan wisatawan. Fenomena tumbuhnya bunga teratai yang terjadi secara alami kini menjadi magnet wisata baru di Provinsi Udon Thani, Thailand. Meski sebenarnya masyarakat setempat sudah tahu fenomena alam ini sejak 13 tahun lalu.



Tidak hanya menyaksikan dari tepi danau, pengunjung juga bisa menikmati keindahan teratai menggunakan perahu. Tiket wisata dihargai 500 Baht atau setara Rp 200.000 untuk satu perahu dengan maksimal enam orang penumpang. Durasi waktu tur di Danau Nong Han berkisar satu jam. 

Pada 15 menit awal, pemandangan Danau Nong Han terlihat biasa saja. Hanya ada sedikit bunga teratai yang tumbuh. Semakin jauh perahu melaju, akhirnya terlihat pemandangan teratai yang menakjubkan.

Hamparan bunga teratai tersebut tumbuh subur dan nampak sangat cantik. Diterpa sinar mentari pagi, membuat semua wisatawan sibuk mengabadikan pemandangan tersebut dengan kamera.


Danau Nong Han Kumphawapi:
Danau Nong Han Kumphawapi:
Danau Nong Han Kumphawapi:
Danau Nong Han Kumphawapi:

Mengenal Eurasian Steppe, Padang Rumput Beriklim Terluas Di Dunia



Padang rumput beriklim terluas di dunia adalah padang rumput Eurasia, membentang luas dari Hungaria sampai ke China. Luasnya mencapai hampir seperlima jalan sekitar Bumi. Padang Eurasia begitu terkenal, dan kadang-kadang padang rumput ini disebut sebagai The Steppe.


Secara Sejarah padang Eurasia adalah salah satu rute yang paling penting untuk perjalanan dan perdagangan. Hamparan datar menyediakan rute yang ideal antara Asia dan Eropa.


Kafilah dari kuda, keledai, dan unta telah melakukan perjalanan padang Eurasia selama ribuan tahun. Rute perdagangan paling terkenal di padang rumput Eurasia adalah Silk Road, yang menghubungkan China, India, dan Eropa. The Silk Road didirikan sekitar 200 SM, dan banyak rute perdagangan yang masih digunakan sampai sekarang.

Selama abad ke-13, pemimpin Mongolia Genghis Khan menaklukkan hampir seluruh padang rumput Eurasia. Dengan penunggang kuda ahli, Khan menaklukkan wilayah dari tempatnya sekarang Mongolia, sampai ke Cina, Asia Tengah, dan tanah di sekitar Laut Kaspia.


Budaya berkuda yang begitu penting untuk Genghis Khan masih penting bagi sebagian besar penghuni asli padang rumput Eurasia. Dari tradisi Mongolia di timur dengan tradisi Cossack Rusia barat, budaya ini masih mengandalkan kuda untuk perjalanan, perdagangan, dan penaklukan di padang rumput yang luas.

Eurasian Steppe:
Eurasian Steppe:
Eurasian Steppe:
Eurasian Steppe:
Eurasian Steppe:
Eurasian Steppe:
Eurasian Steppe:
Eurasian Steppe:

Tuesday, 7 February 2017

Menyusuri Sungai Koran, Sungai Yang Airnya Berwarna Hitam



Sungai koran berlokasi di Taman Nasional Sebangau. Tak banyak wisatawan yang tahu soal Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah. Padahal, taman nasional ini sangat mudah diakses dan bisa didatangi dalam tur setengah hari.

Taman Nasional Sebangau masuk dalam tiga wilayah yakni Kota Palangkaraya, Kabupaten Katingan, dan Kabupaten Pulang Pisau. Hanya 15 menit perjalanan dari Kota Palangkaraya, Anda akan tiba di Desa Kereng yang menjadi gerbang utama TN Sebangau.

Taman nasional ini merupakan lahan hutan gambut yang dilalui beberapa sungai, salah satunya Sungai Koran yang berair hitam. Warna ini bukanlah hasil limbah, melainkan zat tannin yang ada di dalam rawa gambut.



Sungai ini berwarna hitam karena kandungan tannin yang tinggi. Rasau adalah jenis tumbuhan pandan dengan daun dan batang yang berduri tajam. Tumbuhan ini mendominasi area Sungai Koran di TN Sebangau. Saat melewati "labirin" rasau, tak jarang pengunjung harus menunduk atau melindungi wajah agar tidak tergores durinya yang tajam.

Kandungan tannin dalam sungai ini dihasilkan oleh gambut yang berada di bagian bawah sungai. Sebelum didaulat menjadi Taman Nasional pada 2004, Sebangau merupakan hutan produksi yang dikelola beberapa HPH. Pembalakan liar pun merajalela usai berakhirnya izin HPH di kawasan tersebut.

Masuk ke area Sungai Koran seperti berada dalam galeri seni alam. Batang-batang kayu bekas kebakaran hutan, terakhir terjadi pada 2015, tampak "mematung" di tengah aliran sungai berwarna hitam. Kedalaman Sungai Koran sekitar 6-15 meter, dengan kedalaman gambut berkisar 1-17 meter.



Meski letaknya tak jauh dari Kota Palangkaraya, di sini pengunjung bisa melihat satwa liar secara langsung. TN Sebangau menjadi habitat beberapa satwa seperti orangutan, bekantan, owa-owa, beruang madu, burung rangkong, monyet ekor panjang, juga 182 jenis burung dan 54 spesies ular.


Untuk menyusuri sungai ini, yang harus anda lakukan adalah mengunjungi kantor Taman Nasional yang terletak persis di sebelah dermaga. Dari sini, Anda bisa menyewa speedboat dengan harga Rp 500.000. Satu speedboat bisa dinaiki maksimal lima orang. Akan ada satu atau dua petugas taman nasional yang menemani Anda menyusuri Sungai Koran.


Sungai Koran:
Sungai Koran:
Sungai Koran:
Sungai Koran:
Sungai Koran:
Sungai Koran:
Sungai Koran: